Angka tersebut akan terus bertambah sepanjang pekan. Jika setiap demo diberi waktu 30 menit, total waktu yang dibutuhkan mencapai 2.173,5 jam — setara 90,6 hari berturut-turut. Tanpa jeda untuk makan, tidur, atau bahkan sekadar mengganti game.
Skala ini menunjukkan betapa masifnya katalog Steam saat ini. Ribuan pengembang independen hingga studio besar berlomba menyajikan cuplikan game mereka dalam ajang Next Fest yang berlangsung selama tujuh hari ke depan.
Bagi pemain yang merindukan mekanisme ala Titanfall, Empulse bisa menjadi jawaban. Game tembak-menembak ini menghadirkan wall-running dan panggilan mech raksasa yang secara spiritual mirip dengan seri legendaris buatan Respawn Entertainment.
Pilihan lain datang dari Omen, sebuah game tembak ekstraksi isometrik yang berlatar luar angkasa. Pemain membangun stasiun luar angkasa di tengah kehancuran akibat horor kosmik — genre yang mulai jarang ditemui di pasar game mainstream.
Bagi yang mencari pengalaman lebih sederhana, Iron Nest: Heavy Turret Simulator menawarkan simulasi menembak meriam hidrolik bertenaga uap. Pemain harus menghitung sendiri solusi tembakan secara manual, memberikan sensasi berbeda dari game tembak kebanyakan.
Dengan jumlah demo yang mencapai ribuan, mustahil bagi satu orang untuk mencoba semuanya dalam sepekan. Para pemain disarankan menyusun prioritas berdasarkan genre favorit atau melihat rekomendasi dari kurator dan media game.
Steam sendiri menyediakan filter berdasarkan kategori, fitur, dan popularitas untuk membantu navigasi. Pengguna Indonesia yang tertarik bisa langsung mengakses halaman Next Fest di Steam dan mulai mengunduh demo tanpa biaya sepeser pun.
Setiap demo biasanya menyimpan progres yang bisa dilanjutkan ke versi final saat game dirilis nanti. Ini menjadi kesempatan emas bagi gamer untuk mencicipi game-game yang akan tiba pada musim gugur 2025 mendatang, sebelum gelombang besar perilisan game AAA dimulai.
Beberapa judul yang patut dicoba antara lain Empulse bagi penggemar FPS kompetitif, Omen untuk pencinta game strategi dengan elemen horor, dan Iron Nest: Heavy Turret Simulator bagi yang ingin pengalaman tembak-menembak yang lebih teknis.
Next Fest juga menjadi indikator tren industri game ke depan. Dari ribuan demo yang tersedia, terlihat dominasi game bergenre survival, roguelike, dan first-person shooter indie yang mencoba bersaing dengan game-game besar.
Pengguna Steam di Indonesia yang tertarik bisa langsung mengunjungi halaman Next Fest dan mulai mengunduh demo. Satu-satunya risiko: wishlist Anda mungkin akan membengkak drastis dalam sepekan ke depan.