SULAWESI UTARA — Dua raksasa Android ini selama bertahun-tahun mendominasi daftar ponsel lipat terbaik, mengalahkan pendatang baru seperti Motorola. Kini, dengan ancaman kompetitor dari Cupertino yang sudah di depan mata, taruhannya semakin tinggi. Bagi konsumen Indonesia, ajang ini bisa menjadi titik balik: harga ponsel lipat kelas atas mungkin tidak akan pernah semurah ini lagi, atau justru semakin sulit dijangkau.
Harga dan Jadwal Rilis: Piala Dunia Terlewat, Harga Diprediksi Stabil di Level Tinggi
Samsung disebut akan menggelar acara peluncuran Galaxy Z Fold 8 di London pada 22 Juli 2026. Tanggal ini sengaja dipilih tiga hari setelah final Piala Dunia FIFA, yang berarti ponsel anyar ini akan melewatkan ajang olahraga terbesar yang sebelumnya kerap dijadikan panggung peluncuran.
Dari sisi harga, tekanan biaya komponen akibat lonjakan permintaan chip AI diperkirakan membuat Samsung tidak akan menurunkan harga. Galaxy Z Fold 8 kemungkinan masih dibanderol mulai 1.999 dolar AS untuk varian dasar 256GB, sama seperti pendahulunya. Model dengan kapasitas penyimpanan lebih besar bahkan berpotensi naik harga.
Sementara itu, Google diperkirakan setia dengan jadwal peluncuran Agustus 2026. Harapan untuk menurunkan harga Pixel 11 Pro Fold kandas karena alasan yang sama: kelangkaan komponen AI. Ponsel ini diprediksi tetap dibuka di angka 1.799 dolar AS.
Layar dan Desain: Evolusi Tipis, Samsung Siapkan Varian ‘Wide’
Kedua ponsel tetap mengusung desain buku lipat, dengan layar besar di bagian dalam saat dibuka. Samsung Galaxy Z Fold 8 diperkirakan mempertahankan layar penutup 6,5 inci yang terbuka menjadi kanvas 8 inci, keduanya OLED dengan refresh rate 120Hz.
Bagi pengguna yang merasa Galaxy Z Fold terlalu ramping, Samsung dikabarkan tengah menyiapkan varian bernama ‘Wide’. Sementara itu, bocoran gambar dari pembocor OnLeaks menunjukkan Google Pixel 11 Pro Fold hampir tidak berubah dari generasi sebelumnya, hanya lebih tipis 0,7mm saat dilipat. Layar penutupnya sedikit lebih kecil, 6,4 inci, namun tetap menyajikan layar internal 8 inci.
Performa: Unggulan Qualcomm vs Chip Kustom Google, Siapa Lebih Tangguh?
Di sektor dapur pacu, persaingan klasik kembali terulang. Samsung Galaxy Z Fold 8 akan ditenagai chipset Qualcomm tercanggih saat itu, yaitu Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy. Dalam pengujian benchmark di Galaxy S26 Ultra, chip ini terbukti sangat impresif, bahkan mampu mengalahkan iPhone 17 Pro Max dalam tes grafis 3DMark Solar Bay Unlimited.
Pilihan RAM juga bervariasi: 12GB untuk model dasar 256GB, dan 16GB untuk varian 512GB atau 1TB. Di sisi lain, Google Pixel 11 Pro Fold akan mengandalkan chip Tensor G6 buatan sendiri, yang biasanya lebih dioptimalkan untuk kemampuan AI dan fotografi komputasional dibandingkan performa mentah.
Bagi pengguna di Indonesia yang kerap mengandalkan ponsel untuk gaming berat atau multitasking ekstrem, pilihan antara keduanya akan kembali pada prioritas: performa brute force ala Samsung, atau kecerdasan buatan dan kamera unggulan ala Google.