MANADO — PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) mencatatkan realisasi marketing sales Rp 677 miliar sepanjang tahun buku 2024. Angka ini termasuk tertinggi dalam sejarah perusahaan dan menjadi pijakan ekspansi ke Indonesia Timur.
Pengembang properti yang dikenal lewat proyek Metland ini membidik pasar perumahan di Sulawesi Utara. Langkah itu merupakan bagian dari strategi diversifikasi geografis untuk mengurangi ketergantungan pada pasar Jabodetabek yang selama ini menjadi tulang punggung penjualan.
Direksi MTLA menilai Sulawesi Utara memiliki potensi besar seiring pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya kebutuhan hunian. Manado sebagai ibu kota provinsi menjadi titik awal yang dijajaki.
“Kami melihat permintaan yang stabil untuk perumahan kelas menengah di Manado dan sekitarnya. Ini momentum tepat bagi kami masuk,” demikian pernyataan resmi manajemen MTLA dalam rilis perusahaan.
Kontribusi terbesar dari total Rp 677 miliar masih berasal dari proyek di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Namun, perusahaan mulai mengalokasikan dana segar untuk pengembangan lahan di luar Pulau Jawa.
Sejumlah analis properti menilai langkah MTLA masuk ke Sulawesi Utara cukup strategis. Harga tanah di kawasan itu masih lebih rendah dibandingkan Pulau Jawa, sehingga margin pengembangan bisa lebih kompetitif.
Berikut fakta singkat terkait ekspansi MTLA ke Sulawesi Utara:
Pasar properti di Manado memiliki karakteristik unik dibandingkan kota-kota besar di Jawa. Sebagian besar pembeli rumah adalah pekerja sektor jasa dan pegawai negeri yang mengutamakan akses ke pusat kota dan fasilitas umum.
MTLA akan mengadopsi konsep township skala kecil yang sukses di Cileungsi dan Karawang. Konsep ini menggabungkan perumahan dengan area komersial terbatas, seperti ruko dan taman lingkungan.
Ekspansi ke daerah bukan tanpa risiko. Perizinan lahan di Sulawesi Utara kerap terkendala status tanah ulayat dan perubahan tata ruang daerah. MTLA menyatakan akan bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat untuk memastikan kepatuhan regulasi.
Daya beli masyarakat di Manado juga masih perlu diuji. Dengan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) yang cenderung tinggi, perusahaan harus menyusun skema pembiayaan yang tepat agar unit rumah terserap pasar.
Hingga berita ini diturunkan, MTLA belum merilis detail proyek pertama di Sulawesi Utara, termasuk lokasi pasti dan jumlah unit. Namun, sinyal ekspansi ini sudah cukup menarik perhatian pelaku pasar properti di kawasan timur Indonesia.