BITUNG — Dua penghargaan bergengsi yang diraih Pemkot Bitung dalam waktu berdekatan menjadi perhatian publik. Selain mempertahankan opini WTP, Bitung dinobatkan sebagai daerah terbaik dalam pengendalian inflasi tingkat provinsi. Prestasi ini terbilang istimewa mengingat usia pemerintahan Wali Kota Hengky Honandar dan Wakil Wali Kota Randito Maringka yang baru berjalan sekitar satu tahun, sejak dilantik pada Februari 2025.
Dalam struktur pemerintahan, kepala daerah adalah pengambil kebijakan tertinggi. Namun, eksekusi harian berada di pundak birokrasi yang dikomandoi sekda. Di Bitung, posisi itu dipegang Ignatius Rudy Theno, birokrat yang memulai kariernya dari bawah dan pernah memimpin Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) sebelum definitif menjadi sekda pada 2022.
Rekam jejak Rudy dalam pengendalian inflasi bukan hal baru. Pada 2023, saat masih di bawah pemerintahan sebelumnya, ia menerima langsung insentif fiskal senilai Rp11,6 miliar dari pemerintah pusat atas keberhasilan Bitung menjaga stabilitas harga daerah. Fakta ini menunjukkan bahwa penghargaan terkini merupakan hasil kesinambungan kebijakan, bukan kerja instan.
Kategori pengendalian inflasi tidak hanya menakar harga pangan. Penilaian mencakup konsistensi pelaporan, efektivitas program, koordinasi lintas perangkat daerah, hingga dukungan anggaran. Seluruh instrumen ini berada dalam kendali birokrasi yang dipimpin Rudy Theno.
Di kalangan ASN Pemkot Bitung, Rudy kerap disebut sebagai "panglima ASN". Sebutan itu muncul karena kemampuannya mengonsolidasikan organisasi perangkat daerah agar bergerak dalam satu irama. Bahkan saat menerima kenaikan pangkat IV/d pada 2025, ia dinilai sebagai figur teladan dalam etos kerja dan pelayanan publik yang berintegritas.
Dengan usia pemerintahan Hengky-Randito yang masih sangat muda, fondasi birokrasi yang sudah terbangun menjadi penopang utama. Rudy Theno beberapa kali menegaskan bahwa capaian pemerintah daerah tidak lahir dari kerja individu, melainkan hasil tata kelola yang berjalan efektif dan konsisten.
Penghargaan ini membuktikan bahwa di balik seremoni dan panggung kepala daerah, ada tangan birokrasi yang bekerja senyap menggerakkan seluruh perangkat daerah. Nama Rudy Theno pun menjadi relevan sebagai salah satu faktor penting yang menjaga laju pemerintahan Kota Bitung tetap berada di jalur prestasi.