MANADO — Perayaan 109 tahun Prof Dr Sumitro Djojohadikusumo di Sulawesi Utara berubah menjadi ajang deklarasi dukungan massif. Para pendukung sepakat mendorong pemerintah pusat segera mengesahkan tokoh kelahiran Gombong, 29 Mei 1917 itu sebagai Pahlawan Nasional.
Berbeda dari usulan-usulan sebelumnya yang bersifat sporadis, deklarasi kali ini terstruktur dan melibatkan jaringan akademisi dari berbagai universitas di Indonesia Timur. "Ini bukan gerakan seremonial. Kami sudah menyusun dokumen akademik lengkap yang memenuhi syarat Undang-Undang Kepahlawanan," ujar Koordinator Deklarasi, Drs. Jhonny Lumintang, M.Si, dalam keterangannya, Senin lalu.
Prof Sumitro dikenal sebagai arsitek pembangunan ekonomi Indonesia era Orde Baru. Ia merancang konsep ekonomi yang berorientasi pada penguatan swasta nasional dan pembukaan investasi asing. Kontribusinya juga meliputi pendirian Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan lahirnya konsep pembangunan berwawasan nusantara.
Sulawesi Utara dipilih sebagai lokasi deklarasi bukan tanpa alasan. Wilayah ini memiliki ikatan historis dengan Sumitro saat ia melakukan riset ekonomi di daerah pedalaman Minahasa pada 1950-an. "Beliau adalah sosok yang pernah melihat langsung potensi dan masalah petani di sini. Itu yang membuat kami yakin perjuangan beliau layak dihargai negara," tambah Jhonny.
Panitia deklarasi menargetkan proposal resmi masuk ke Kementerian Sosial pada awal 2025. Mereka juga akan menggalang dukungan dari 20 gubernur dan 100 kepala daerah di seluruh Indonesia. "Kami optimistis. Momentum politik dan akademik sudah matang," pungkas Jhonny.
Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Sosial belum memberikan tanggapan resmi terkait usulan tersebut.