MANADO — Evanti memulai usahanya dari dapur rumah di Sulawesi Utara, meracik dan menjual produk pangan olahan secara tradisional. Kini, usahanya tidak lagi sekadar bertahan, tetapi naik kelas setelah ia mengakses layanan keuangan digital melalui Holding Ultra Mikro (UMi) BRI Group.
Perubahan itu tidak terjadi dalam semalam. Evanti mengikuti program pendampingan dan pembiayaan yang diinisiasi oleh BRI Group, yang menyasar pelaku usaha ultra mikro di daerah.
Salah satu titik balik terbesar adalah ketika Evanti mulai menggunakan aplikasi keuangan digital untuk mencatat transaksi harian. Sebelumnya, ia hanya mengandalkan ingatan dan catatan manual di buku tulis.
“Sekarang saya bisa lihat persis berapa modal yang keluar dan berapa untung setiap hari. Semua tercatat rapi di ponsel,” kata Evanti dalam keterangan yang diterima redaksi.
Akses ke layanan digital itu juga memudahkannya dalam mengelola stok bahan baku dan menghindari kerugian akibat pemborosan.
Melalui Holding UMi BRI Group, Evanti mendapatkan pembiayaan mikro dengan bunga yang lebih rendah dibandingkan pinjaman informal. Ia tidak perlu lagi meminjam ke rentenir dengan bunga tinggi yang kerap menggerogoti keuntungan.
“Dulu saya takut pinjam ke bank, takut ribet dan takut ditolak. Ternyata prosesnya mudah, dan petugasnya datang langsung ke rumah,” ujarnya.
Pembiayaan itu digunakan untuk membeli peralatan dapur yang lebih modern, seperti mixer dan oven, sehingga kapasitas produksinya meningkat dua kali lipat dalam enam bulan terakhir.
Kenaikan kelas usaha Evanti tidak hanya berdampak pada pendapatannya. Ia kini bisa mempekerjakan dua tetangganya sebagai tenaga bantu di dapur, memberikan pemasukan tambahan bagi mereka.
“Saya senang bisa bantu tetangga. Mereka juga punya penghasilan sendiri sekarang,” kata Evanti.
Pendapatan bersih Evanti per bulan naik dari sekitar Rp 800 ribu menjadi Rp 2,5 juta setelah bergabung dengan ekosistem digital BRI Group. Angka ini diakuinya masih bisa terus bertambah seiring perluasan pemasaran melalui media sosial.
Holding Ultra Mikro BRI Group merupakan integrasi layanan keuangan yang menyasar segmen usaha paling kecil di Indonesia. Program ini menggabungkan BRI, Pegadaian, dan PNM untuk memberikan akses permodalan, pendampingan, dan literasi digital secara terpadu.
Bagi pelaku usaha seperti Evanti, ekosistem ini menjadi jembatan dari ekonomi informal ke sektor keuangan formal. Tidak hanya soal pinjaman, tetapi juga kebiasaan mencatat, merencanakan, dan mengembangkan usaha secara sistematis.
“Saya ingin anak saya nanti bisa kuliah dari hasil usaha ini. Itu target saya ke depan,” tutup Evanti.