Minahasa Utara Jadi Satu-satunya Daerah di Sulut yang Bangun Sekolah Nasional Terintegrasi, Lahan 13,6 Hektare Disiapkan

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Minggu, 31 Mei 2026 | 20:40:01 WIB
Kementerian Pendidikan meninjau lokasi pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Minahasa Utara.

MINAHASA UTARA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memastikan Minahasa Utara menjadi satu-satunya wilayah di Sulawesi Utara yang mendapat alokasi pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). Kepastian itu disampaikan Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah, Gogot Suharwoto, saat meninjau langsung lokasi di kawasan Alun-alun dan Hutan Kenangan, Minggu (31/5/2026).

Bukan Sekolah Asrama, Tapi Kampus Pendidikan Terpadu

Berbeda dengan sekolah unggulan pada umumnya, SNT dirancang sebagai kawasan pendidikan modern yang menggabungkan jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu lingkungan pembelajaran yang terhubung. Sistemnya bukan boarding school, melainkan sekolah reguler dengan standar tinggi.

Pendekatan pembelajarannya mengusung STEAM — Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics. Fasilitas pendukung meliputi laboratorium modern, pusat pembelajaran terpadu (learning hub), sarana olahraga, hingga teknologi pembelajaran terkini.

Lahan 13,6 Hektare Jadi Kunci Utama

Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara telah menyiapkan lahan utama seluas 11,3 hektare di kawasan Alun-alun dan Hutan Kenangan. Ditambah lahan pendukung 2,3 hektare, total area mencapai 13,6 hektare.

Gogot menegaskan, kesiapan lahan menjadi faktor penentu dalam seleksi daerah penerima program. "Setelah aspek legalitas dan administrasi tuntas, pembangunan fisik hingga operasional sekolah akan didukung sepenuhnya oleh pemerintah pusat," ujarnya.

Sulut Dapat Dua Alokasi, Satu Dibangun dari Awal

Sulawesi Utara mendapatkan dua alokasi program SNT. Minahasa Utara menjadi satu-satunya daerah yang mendapat kesempatan membangun sekolah dari tahap awal atau greenfield project. Sementara satu lokasi lainnya berada di Bolaang Mongondow Timur dengan konsep pengembangan dan integrasi sekolah yang sudah ada.

Secara nasional, program ini sangat selektif. Hanya 73 lokasi di seluruh Indonesia yang masuk daftar penerima.

Menunggu Inpres, Target Konstruksi Segera Dimulai

Saat ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah masih menunggu terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) yang akan menjadi dasar hukum pelaksanaan program. Setelah itu, penetapan lokasi akan difinalisasi melalui keputusan kementerian sebelum proses konstruksi dimulai.

Wagub Sulut: Bukti Perhatian Pusat ke Daerah

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay menyambut positif proyek ini. Ia menilai pembangunan SNT menjadi bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan SDM di daerah.

"Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara siap mengawal seluruh tahapan program agar berjalan sesuai rencana," kata Victor dalam kunjungan tersebut.

Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, kawasan Alun-alun dan Hutan Kenangan Minut dinilai memiliki posisi strategis serta memenuhi syarat untuk mendukung pembangunan sekolah unggulan berstandar nasional dan berorientasi global.

Reporter: Cecep Sudrajat
Sumber: beritamanado.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top