SULAWESI UTARA — Pintu Istana Negara mulai ramai sejak pukul 14.00 WIB. Satu per satu pimpinan bank pelat merah tiba. Hery Gunardi (BRI), Putrama Wahju Setyawan (BNI), Riduan (Mandiri), Nixon LP Napitupulu (BTN), dan Anggoro Eko Cahyo (BSI) hadir memenuhi undangan Presiden. Tak ketinggalan, CEO BPI Danantara Rosan Roeslani ikut dalam rombongan.
Rosan Roeslani mengonfirmasi pertemuan ini adalah agenda rutin Presiden dengan jajaran perbankan negara. "Hari ini memang ada pertemuan Presiden dengan direksi dan komisaris bank-bank BUMN," ujarnya singkat di kompleks Istana.
Meski detail pembahasan belum diumumkan secara resmi, sumber menyebutkan tiga agenda utama: strategi penguatan industri perbankan nasional, optimalisasi peran bank BUMN dalam program prioritas pemerintah, serta sinergi dengan Danantara untuk pengelolaan investasi negara.
Kehadiran BPI Danantara dalam forum ini menarik disorot. Lembaga yang mengelola aset strategis negara itu diharapkan menjadi instrumen baru pemerintah untuk memperkuat investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Pertemuan ini terjadi saat pasar keuangan global sedang bergejolak, ketidakpastian geopolitik meningkat, dan rupiah tertekan.
Bank-bank BUMN selama ini menjadi tulang punggung pembiayaan nasional. Mulai dari kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pembangunan perumahan rakyat, hingga proyek hilirisasi industri. Presiden ingin memastikan perbankan tetap stabil dan agresif menyalurkan kredit di tengah badai global.
Pemerintah menekankan pentingnya menjaga stabilitas sektor keuangan agar kepercayaan investor tidak tergerus. Bank BUMN diminta memperluas akses pembiayaan ke sektor-sektor produktif yang menjadi fokus pembangunan. Dengan Danantara di sisi lain, sinergi antara perbankan dan investasi negara diharapkan semakin solid.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Istana mengenai hasil pertemuan. Namun, yang jelas, Presiden Prabowo memberikan sinyal kuat: perbankan nasional harus siap tempur menghadapi ketidakpastian global—dan negara tidak akan membiarkan mereka berjalan sendiri.