RGNT Street Scrambler Resmi Meluncur, Motor Listrik Retro Bergaya Off-Road Harga Rp 170 Juta

Penulis: Edi Wahyono  •  Rabu, 09 September 2026 | 18:17:01 WIB
RGNT Street Scrambler meluncur dengan ban on/off-road dan jarak pengereman lebih tinggi untuk melibas jalanan berbatu.

SULAWESI UTARA — RGNT resmi menambah varian baru di lini motor listrik retro mereka, yakni Street Scrambler. Motor ini hadir sebagai saudara dari Street Classic yang sudah lebih dulu dikenal, dengan ubahan yang membuatnya lebih siap melibas jalanan berbatu atau tanah ringan tanpa menghilangkan gaya klasik khas RGNT.

Diumumkan melalui situs resmi pabrikan yang berbasis di Gothenburg, Swedia tersebut, Street Scrambler menyasar pengendara yang sesekali ingin keluar dari aspal. Pendekatannya tetap mempertahankan proporsi desain klasik yang menjadi ciri khas RGNT.

Pelek Depan Lebih Besar dan Jarak Pengereman Naik 30 mm

Perubahan paling mencolok ada di bagian kaki-kaki. RGNT Street Scrambler kini menggunakan pelek depan 18 inci, lebih besar satu inci dari Street Classic yang 17 inci. Ban yang dipasang juga lebih gendut dengan profil on/off-road berukuran 18 x 2.5 inci di depan, sementara belakang tetap memakai ban 17 x 3 inci.

Setang dibuat lebih tinggi dan lebar untuk posisi berkendara yang lebih tegak. Jarak pengereman (ground clearance) naik dari 230 mm menjadi 260 mm, yang otomatis mengangkat posisi duduk dari 810 mm ke 830 mm. Memang bukan perubahan ekstrem ala motor Dakar, tapi cukup untuk membuat motor ini lebih percaya diri di jalan kerikil atau trek ringan.

Motor Hub 46 kW dengan Torsi 540 Nm

Ubahan tak menyentuh jantung pacunya. Street Scrambler masih mengandalkan motor listrik direct-drive di roda belakang dengan tenaga 46 kW dan klaim torsi puncak 540 Nm. Motor ini mampu melaju hingga 135 km/jam dan berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam 3,9 detik.

Baterai standar berkapasitas 8,3 kWh diklaim memberikan jarak tempuh 139 km. Bagi yang butuh lebih jauh, ada paket baterai long-range 10,1 kWh yang memperpanjang jangkauan hingga 170 km. Namun perlu dicatat, baterai ini terpasang tetap dan tidak bisa dilepas.

Pengisian daya menggunakan konektor Type 2 yang umum di Eropa. Charger bawaan 1,8 kW membutuhkan waktu 4 jam 35 menit untuk mengisi penuh. Jika memilih opsi charger 6 kW, waktu pengisian bisa dipangkas menjadi 1 jam 25 menit untuk kondisi penuh, atau sekitar 50 menit untuk pengisian 20-80 persen. Pabrikan menyebut waktu tersebut setara dengan jeda ngopi, meski terdengar agak lama untuk ukuran sekadar minum kopi.

Fitur Modern di Balik Bodi Klasik

Meski tampilannya retro, fiturnya tidak ketinggalan zaman. Street Scrambler sudah dilengkapi ABS, traction control, regenerative braking, keyless start, lampu full LED, dan layar melingkar 3 inci yang mendukung Apple CarPlay dan Android Auto.

RGNT memang konsisten memadukan desain motor era 70-an dengan teknologi listrik modern. Semua motor dirakit tangan di Gothenburg dengan pendekatan produksi skala kecil. Awal tahun ini, RGNT mengumumkan sudah ada lebih dari 600 unit motor mereka yang melintas di jalanan Eropa.

Harga dan Ketersediaan

Street Scrambler dibanderol mulai €9.495 atau sekitar Rp 170 juta (kurs Rp 17.900 per euro). Angka ini lebih mahal €500 dari Street Classic yang dijual €8.995. Konsumen bisa memesan dengan deposit €100 dan memilih opsi seperti baterai besar, charger cepat, grip hangat, rak bagasi, windscreen, hingga sistem tas samping.

Saat ini motor hanya dipasarkan di Eropa. RGNT berencana masuk pasar Amerika Serikat pada 2027 dengan harga mulai US$9.995, yang berarti Street Scrambler berpeluang hadir di jalanan AS dalam waktu dekat.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: electrek.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top