MANADO — Perayaan 109 tahun kelahiran Prof Dr Sumitro Joyohadikusumo di Sulawesi Utara akan menjadi panggung bagi Gubernur Sulut untuk menyampaikan pidato kehormatan. Acara ini tidak sekadar seremoni, melainkan menjadi ruang refleksi atas kontribusi sang ekonom legendaris bagi pembangunan bangsa.
Peran Sumitro dalam Ekonomi Pembangunan RI
Prof Sumitro Joyohadikusumo dikenal sebagai arsitek utama pembangunan ekonomi Indonesia pada era Orde Baru. Ia merupakan salah satu dari "The Berkeley Mafia" yang merumuskan kebijakan stabilisasi ekonomi di masa krisis.
Dalam konteks Sulawesi Utara, pemikiran Sumitro tentang pembangunan berbasis sumber daya lokal dan penguatan sektor pertanian dinilai relevan hingga saat ini.
Pantouw: Momentum Meneladani Semangat Pahlawan
Tokoh masyarakat Sulut, Pantouw, menyebut peringatan ini sebagai pengingat akan pentingnya perjuangan intelektual dalam pembangunan. "Beliau tidak hanya berjasa di tingkat nasional, tetapi juga memberi inspirasi bagi generasi muda di daerah untuk berani bermimpi besar," ujarnya.
Pantouw menambahkan, refleksi perjuangan Sumitro harus diwujudkan dalam kebijakan konkret yang berpihak pada rakyat kecil, terutama di sektor ekonomi kerakyatan.
Rangkaian Acara dan Harapan ke Depan
Perayaan 109 tahun ini rencananya akan diisi dengan diskusi akademik dan pameran literatur ekonomi yang menampilkan pemikiran-pemikiran Sumitro. Gubernur Sulut dijadwalkan hadir untuk memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara diharapkan dapat mengambil nilai-nilai perjuangan Sumitro untuk merumuskan strategi pembangunan daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Fakta Singkat Prof Sumitro Joyohadikusumo
- Lahir pada 29 Mei 1917 di Kebumen, Jawa Tengah.
- Menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Menteri Keuangan di era Kabinet Kerja dan Orde Baru.
- Dikenal sebagai tokoh kunci dalam rehabilitasi ekonomi Indonesia pasca-hiperinflasi tahun 1960-an.
- Bapak dari Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto.