SULAWESI UTARA — Tim penyidik Kortas Tipikor Polri memasuki gedung kantor pusat Wika di kawasan Cakung, Jakarta Timur, sejak pagi. Proses penggeledahan berlangsung tertutup; awak media tidak diperkenankan mengikuti jalannya operasi.
"Penggeledahan merupakan bagian dari upaya penyidikan untuk mencari dan mengumpulkan alat bukti yang relevan dengan dugaan tindak pidana korupsi EPCC PG Assembagoes," ujar Kabag Ops Kortas Tipikor Polri Kombes Ahmad Yusuf Afandi di Jakarta, Selasa.
Bukan Hanya Wika, Rumah Bos Swasta Juga Digeledah
Operasi penggeledahan tidak berhenti di kantor Wika. Penyidik juga menyambangi rumah Tjahjadi Djajadibrata, Direktur Utama PT Multinas Indonesia, di Surabaya, Jawa Timur. Selain itu, kantor PT Multinas Tjahja Sejahtera di Surabaya dan PT Barata Indonesia di Gresik juga turut digeledah pada hari yang sama.
PT Barata Indonesia merupakan BUMN yang bergerak di bidang manufaktur dan permesinan. Sementara PT Multinas Indonesia dan PT Multinas Tjahja Sejahtera adalah perusahaan swasta yang diduga terlibat dalam rantai proyek pabrik gula tersebut.
Polri Pastikan Proses Profesional dan Transparan
Kombes Ahmad Yusuf Afandi menegaskan, seluruh hasil penggeledahan akan dianalisis dan didalami untuk memperkuat pembuktian. Langkah ini juga untuk menentukan pihak-pihak yang bisa dimintai pertanggungjawaban pidana serta mempercepat penyelesaian perkara.
"Kami memastikan seluruh proses dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel sesuai prinsip-prinsip penyidikan tindak pidana korupsi yang yuridis prosedural, teknis profesional, etis proporsional dan nonintervensi," kata Ahmad.
Kasus dugaan korupsi proyek EPCC Pabrik Gula Assembagoes ini menjadi perhatian karena melibatkan sejumlah BUMN besar. Wika sendiri merupakan salah satu kontraktor konstruksi dan investasi pelat merah yang kerap mengerjakan proyek-proyek strategis nasional. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen Wika terkait penggeledahan tersebut.