Pencarian

AS vs Australia di Piala Dunia: Warisan Pidato Panas Pochettino dan Balas Dendam di Seattle

Jumat, 19 Juni 2026 • 05:39:31 WIB
AS vs Australia di Piala Dunia: Warisan Pidato Panas Pochettino dan Balas Dendam di Seattle
Pelatih Pochettino memberi pidato motivasi di ruang ganti tim AS sebelum babak kedua laga uji coba melawan Australia.

SULAWESI UTARA — Pada Oktober lalu, dalam laga uji coba di Nashville, Australia datang dengan pendekatan agresif. Sebuah tekel keras memaksa Christian Pulisic keluar lapangan di babak pertama. Jordan Bos sempat membawa Socceroos unggul, sebelum Haji Wright menyamakan skor di menit ke-35. Namun, yang paling dikenang bukanlah gol itu, melainkan raut wajah datar Pochettino di pinggir lapangan.

Pidato yang Mengubah Mentalitas Skuad AS

Di ruang ganti, Pochettino meluapkan emosinya. Pidato itu terekam dalam serial dokumenter terbaru perjalanan tim AS menuju Piala Dunia. “Dia tidak senang karena kami membiarkan mereka memukul kami tanpa membalas,” ujar Wright pekan ini. Dampaknya terasa bahkan bagi pemain yang tidak mendengarkan langsung.

Brenden Aaronson, yang sedang pemanasan di luar saat pidato berlangsung, mengaku bisa merasakan perubahan energi. “Kalian bisa lihat dari reaksi para pemain,” katanya. Di babak kedua, AS membalas dengan intensitas yang sama dan memenangi pertandingan. Kemenangan itu menjadi awal dari tiga kemenangan beruntun yang membawa mereka ke Piala Dunia dengan momentum positif.

Australia Berubah, Ancaman Tetap Sama

Jika dibandingkan laga Oktober lalu, komposisi starter AS berubah drastis. Hanya Weston McKennie, Chris Richards, dan Matt Freese yang masih menjadi andalan. Sementara Australia hanya melakukan empat perubahan. Sosok yang menjadi perhatian utama adalah Nestory Irankunda. Pemain sayap ini menjadi momok bagi pertahanan AS pada pertemuan pertama dan langsung mencetak gol serta meraih Man of the Match saat mengalahkan Turki pekan lalu.

“Kecepatannya dalam serangan balik sangat berbahaya,” aku Antonee Robinson. Yang lebih mengkhawatirkan, Australia kini bermain lebih nyaman tanpa bola. Mereka hanya menguasai 30 persen penguasaan bola saat melawan Turki, tetapi tetap menciptakan peluang berbahaya.

Pertarungan Gengsi dan Identitas Dua Tim Keras

Gelandang Tyler Adams menyebut laga ini sebagai “salah satu pertandingan tersulit” yang akan dihadapi AS. Ia memuji Australia sebagai tim yang “suka bertarung, cerdas, dan sempurna secara taktik.” Sebastian Berhalter, yang belum bergabung dengan tim saat laga Oktober, melihat kesamaan besar antara kedua tim. “Kami orang Amerika, dan kami tidak akan diam saja,” katanya menirukan semangat skuad.

Pertandingan di Seattle ini bukan lagi uji coba. Ini adalah panggung Piala Dunia, dan Pochettino menginginkan timnya untuk membalas pukulan Australia—sama seperti yang mereka lakukan setelah pidato setengah waktu delapan bulan lalu.

Bagikan
Sumber: theguardian.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks