BITUNG — Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho menekankan pentingnya peran tokoh agama dalam menjaga persatuan warga. Menurutnya, pesan-pesan keagamaan yang mengedepankan toleransi dan persaudaraan mampu memperkuat kerukunan di tengah keberagaman Kota Bitung.
Silaturahmi bersama PC NU Kota Bitung menjadi wujud nyata komitmen tersebut. Pertemuan berlangsung di ruang kerja Kapolres, dihadiri perwakilan pejabat utama Polres Bitung dan sejumlah pengurus NU.
Dari pihak NU hadir Ketua Narto Pakaya, Wakil Ketua Abdul Basit Samalam, Sekretaris Komarudin Kiyai, Mustasyar NU KH Fauzi Badarab, Wakil Sekretaris Rifai Yanto, Ketua Banser Muh. Julkifly Olii, Ketua Panitia Pelantikan Jefry Inaku, serta Wakil Ketua Panitia Ismail Haji Jafar.
Kapolres didampingi perwakilan pejabat utama Polres Bitung. Suasana pertemuan berlangsung akrab, dengan pembahasan menyentuh persoalan sosial yang dihadapi warga kota pelabuhan tersebut.
AKBP Arie mengajak jajaran NU mengambil peran aktif membangun kesadaran masyarakat, khususnya pembinaan generasi muda. Penyalahgunaan narkoba, konsumsi minuman keras, aksi tawuran, dan pergaulan negatif dinilainya sebagai persoalan sosial yang butuh perhatian bersama.
"Kami ingin generasi muda Kota Bitung tumbuh menjadi generasi yang produktif, berkarakter, dan memiliki masa depan. Karena itu, mari bersama-sama kita lindungi mereka dari narkoba, minuman keras, tawuran, serta berbagai bentuk pergaulan negatif yang dapat merusak masa depan," ujar AKBP Arie.
Selain pembinaan generasi muda, Kapolres menyoroti peran tokoh agama dalam menangkal penyebaran hoaks. Informasi keliru dinilai berpotensi menimbulkan keresahan dan memecah persatuan masyarakat.
Masyarakat diimbau lebih bijak menggunakan media sosial, tidak mudah terprovokasi, dan memastikan kebenaran setiap informasi sebelum membagikannya. Imbauan itu disampaikan langsung oleh Kapolres dalam pertemuan tersebut.
"Jangan sampai jari kita lebih cepat daripada pikiran kita. Pastikan setiap informasi yang diterima benar sebelum dibagikan. Jangan mudah terprovokasi oleh berita yang belum jelas kebenarannya karena informasi yang keliru dapat merusak persaudaraan dan memicu konflik di tengah masyarakat," tegasnya.
Arie menambahkan, pemeliharaan keamanan bukan semata tanggung jawab kepolisian. Dibutuhkan kepedulian, partisipasi, dan kerja sama seluruh komponen masyarakat agar potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini.
"Keamanan bukan hanya tugas Polri. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, kami mengajak seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan untuk menjadi mitra dalam menjaga persatuan, mencegah konflik, serta menciptakan lingkungan yang aman dan damai," katanya.
Kapolres menegaskan pentingnya komunikasi dan penyelesaian persoalan melalui pendekatan dialogis. Setiap permasalahan sosial harus disikapi bijak agar tidak berkembang menjadi konflik lebih besar.
"Kami mengajak masyarakat untuk tidak membiarkan persoalan kecil berkembang menjadi konflik besar. Bangun komunikasi, kedepankan dialog, dan jangan mengambil tindakan sendiri yang justru dapat memperkeruh keadaan," ungkapnya.
Warga diminta segera menyampaikan informasi kepada kepolisian bila menemukan potensi gangguan keamanan, tindak kriminalitas, maupun persoalan sosial yang membutuhkan penanganan aparat. Polres Bitung membuka layanan Call Center 110 untuk kebutuhan tersebut.
"Polres Bitung selalu terbuka terhadap komunikasi dan masukan masyarakat. Jangan ragu menghubungi Call Center 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan potensi gangguan kamtibmas. Kami ingin setiap laporan masyarakat mendapatkan respons sehingga persoalan dapat ditangani sedini mungkin," jelas Arie.
Kapolres menilai ulama memiliki posisi strategis dalam membangun kesejukan dan menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat. Perbedaan agama, suku, dan budaya dinilainya bukan alasan untuk terpecah.
"Bitung adalah rumah kita bersama. Perbedaan agama, suku, dan budaya bukan alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekuatan untuk saling menghargai dan menjaga persatuan. Kami berharap para ulama terus menjadi bagian penting dalam menyampaikan pesan-pesan perdamaian dan kesejukan kepada masyarakat," tuturnya.
Kapolres berharap kemitraan Polres Bitung dan PC NU Kota Bitung tidak berhenti pada kegiatan silaturahmi. Hubungan baik itu diharapkan terus diwujudkan melalui komunikasi, koordinasi, serta kegiatan bersama yang memberi manfaat nyata bagi warga.