MANADO — Selain gempa letusan dan guguran, Karangetang mencatat 148 kali gempa hembusan, 26 gempa harmonik, dan 32 tremor non-harmonik selama periode pengamatan. Pengamatan visual MAGMA Indonesia menunjukkan asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal, mencapai ketinggian 5 hingga 200 meter dari puncak.
Rangkaian gempa lain yang tercatat di Karangetang meliputi satu gempa tornillo, satu gempa hybrid atau fase banyak, lima gempa vulkanik dangkal, empat gempa vulkanik dalam, serta empat gempa tektonik jauh.
Lokon, Awu, dan Soputan Juga Level Waspada
Gunung Lokon di Kota Tomohon teramati mengeluarkan asap kawah putih dengan intensitas tipis hingga tebal setinggi 25–100 meter di atas puncak kawah. Kegempaan Lokon tercatat 13 kali gempa vulkanik dangkal, satu gempa vulkanik dalam, satu gempa hembusan, dan satu gempa tektonik jauh.
Di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Gunung Awu mencatat 13 gempa vulkanik dangkal, 13 gempa vulkanik dalam, dan sembilan gempa tektonik jauh. Asap kawah bertekanan lemah terlihat putih dengan intensitas tipis sekitar 20 meter di atas puncak.
Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara mencatat dua gempa vulkanik dangkal, dua gempa vulkanik dalam, dan lima gempa tektonik jauh. Pengamatan visual menunjukkan gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut, tanpa asap kawah yang teramati.
Radius Bahaya: Karangetang 2,5 Kilometer ke Arah Selatan-Barat Daya
PVMBG melarang masyarakat dan wisatawan mendekati, mendaki, atau beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) Karangetang. Larangan serupa berlaku pada area perluasan sektoral ke arah selatan-barat daya sejauh 2,5 kilometer.
Penumpukan material lava sebelumnya yang belum stabil membuat guguran lava dan awan panas guguran berpotensi terjadi sewaktu-waktu. Sektor selatan, tenggara, barat, dan barat daya menjadi wilayah yang perlu diwaspadai.
Warga di sekitar bantaran sungai yang berhulu dari puncak Karangetang diminta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap lahar hujan dan banjir bandang yang bisa mengalir hingga ke pantai.
Aturan Serupa untuk Lokon, Soputan, dan Awu
Untuk Gunung Lokon, masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati Kawah Tompaluan dalam radius 1,5 kilometer. Di Gunung Soputan, aktivitas dilarang dalam radius 1,5 kilometer dari puncak serta wilayah sektoral 2,5 kilometer ke arah barat-baratlaut.
Adapun di Gunung Awu, warga dan pengunjung diminta tidak mendekati kawah puncak dalam radius 3 kilometer.
Imbauan PVMBG: Tenang dan Pantau Informasi Resmi
PVMBG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan mengenai aktivitas gunung api. Warga juga diminta memperhatikan potensi lahar hujan, terutama saat memasuki musim hujan.
Jika terjadi hujan abu, masyarakat dianjurkan menggunakan masker untuk melindungi hidung dan mulut serta mengikuti arahan pemerintah daerah dan instansi terkait. Perkembangan aktivitas dan rekomendasi resmi dapat dipantau melalui situs MAGMA Indonesia di magma.esdm.go.id.