Pencarian

Plt Bupati Boltara Aditya Pontoh Usul 10 Program Prioritas Kesehatan ke Kemenkes RI

Kamis, 05 November 2026 • 18:46:01 WIB
Plt Bupati Boltara Aditya Pontoh Usul 10 Program Prioritas Kesehatan ke Kemenkes RI
Plt Bupati Boltara Mohammad Aditya Pontoh menyampaikan 10 program prioritas kesehatan dalam audiensi dengan Kemenkes RI di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

JAKARTA — Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) membawa daftar kebutuhan kesehatan daerah langsung ke Kementerian Kesehatan RI. Dalam audiensi pada Kamis (5/11/2026), Plt Bupati Mohammad Aditya Pontoh didampingi Asisten III Bidang Administrasi Umum, sejumlah pimpinan OPD terkait, serta Direktur Utama RSUD Pratama Bintauna.

Aditya menyampaikan bahwa kebutuhan pengembangan sektor kesehatan di Boltara masih cukup besar. Luas wilayah 1.856,86 kilometer persegi dengan penduduk sekitar 88.993 jiwa yang tersebar di enam kecamatan menjadi pertimbangan utama pemerataan pelayanan medis.

Fasilitas Kesehatan yang Dimiliki Boltara Saat Ini

Boltara kini memiliki dua rumah sakit, yakni RSUD Pratama Bintauna dan RSUD Bolangitang yang sedang dibangun melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Di tingkat bawah, terdapat 12 puskesmas, 21 puskesmas pembantu (Pustu), 32 poskesdes, serta 19 unit ambulans.

Jumlah itu dinilai belum cukup. Pemda masih membutuhkan penambahan sarana, prasarana, alat kesehatan, hingga tenaga medis untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

10 Usulan Prioritas yang Dibawa ke Kemenkes

  • Peningkatan sarana dan prasarana RSUD Pratama Bintauna, meliputi pembangunan gedung CSSD, instalasi radiologi, ruang isolasi rawat inap, instalasi farmasi, rumah dinas tenaga medis, gedung pemulasaran jenazah, serta pengadaan alat kesehatan emergensi dan ambulans.
  • Penguatan fasilitas RSUD Boltara yang dibangun lewat program PHTC dengan penambahan alat kesehatan. Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) telah dianggarkan pada 2027.
  • Pembangunan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda/Labkesmas).
  • Renovasi puskesmas rawat inap dan rawat jalan yang rata-rata usia bangunannya lebih dari 12 tahun.
  • Pembangunan dan renovasi tujuh unit Pustu yang mengalami kerusakan sedang hingga berat.
  • Pengadaan ambulans transport dan mobil jenazah.
  • Pemenuhan alat kesehatan untuk puskesmas dan RSUD Pratama Bintauna.
  • Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada enam puskesmas.
  • Pengadaan alat insinerator untuk kedua rumah sakit di Boltara.
  • Penambahan dokter spesialis di RSUD Boltara dan RSUD Pratama Bintauna.

Mengapa Labkesda Jadi Prioritas

Pemeriksaan spesimen di Boltara selama ini masih bergantung pada Balai Laboratorium Kesehatan di Manado. Waktu tempuhnya sekitar enam hingga tujuh jam, sehingga kehadiran Labkesda dinilai penting untuk mempercepat penegakan

Follow www.kabarsulut.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: detotabuan.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks