Pencarian

Sulut Butuh 569 Dokter Umum untuk Rumah Sakit dan Puskesmas di 15 Kabupaten/Kota

Minggu, 08 November 2026 • 06:01:02 WIB
Sulut Butuh 569 Dokter Umum untuk Rumah Sakit dan Puskesmas di 15 Kabupaten/Kota
Kebutuhan 569 dokter umum di Sulut mencakup rumah sakit dan puskesmas di 15 kabupaten/kota.

MANADO — Kebutuhan 569 dokter umum menjadi perhatian Pemda Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Johanes Viktor Mailangkay. Denny Mangala menyebut angka itu sangat berdampak bagi pelayanan kesehatan, terutama di puskesmas dan sejumlah rumah sakit di 15 kabupaten/kota.

Festival Sulut Sehat 2026 yang menjadi ajang penutupan penyampaian data itu berlangsung tiga hari, sejak Kamis (5/11/2026) hingga Sabtu (7/11/2026). Acara dibuka Wagub Johanes Viktor Mailangkay dan ditutup Denny Mangala yang mewakili Gubernur Yulius Selvanus.

Tiga Fakultas Kedokteran Baru Jadi Jalan Keluar

Untuk menutup kekurangan dokter umum, Gubernur memperjuangkan pembukaan fakultas kedokteran baru di Universitas Negeri Manado (Unima) di Tondano. Kampus itu telah menerima 48 mahasiswa yang mengikuti kuliah perdana.

Dua fakultas kedokteran lain juga beroperasi, yakni di Universitas Katolik De La Salle Manado dengan sekitar 20 mahasiswa baru serta Universitas Klabat (Unklab) di Airmadidi, Minahasa Utara.

"Dibukanya tiga fakultas kedokteran baru itu merupakan salah satu cara mengatasi kekurangan dokter umum di Sulut," kata Mangala.

Fakultas Kedokteran Unsrat memang sudah lama berdiri, tetapi menurut Mangala belum mampu memenuhi kebutuhan dokter umum. "Mudah-mudahan dengan tambahan tiga fakultas kedokteran baru, kebutuhan dokter umum ke depan dapat terpenuhi," ujarnya.

IPM 76 dan Harapan Hidup 74 Tahun Jadi Modal

Mangala mengutip sambutan Gubernur yang menyatakan komitmen membangun sektor kesehatan hingga ke pelosok daerah terpencil. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulut mencapai 76 dan angka harapan hidup 74 tahun.

Pembangunan rumah sakit dengan peralatan kesehatan canggih juga sudah banyak dilakukan di beberapa tempat. Pemda Sulut menargetkan masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar daerah.

Ke depan, Sulut bahkan diproyeksikan menjadi lokasi pelayanan kesehatan bagi wisatawan asing yang berwisata ke daerah itu. Pelayanan kepada pasien diminta humanis, baik, cepat, dan mudah, dengan menjunjung falsafah Sam Ratulangi "Sitou Timou Tumou Tou".

62 Stan dan Ribuan Pengunjung di Tahun Keempat

Kepala Dinas Kesehatan Sulut Lydia Tulus melaporkan FSS tahun ini digelar tiga hari dan menampilkan pelayanan kesehatan melalui 62 stan atau booth. Jumlah itu naik 62 stan dibandingkan FSS 2025.

Stan diisi rumah sakit, klinik kesehatan, apotek, perusahaan bidang kesehatan, serta Dinas Kesehatan kabupaten dan kota. "Saya melihat stan sudah baik, peralatan kesehatannya juga," kata Mangala.

Ketua Panitia FSS 2026 Chaly Tirayoh menyampaikan terima kasih kepada Gubernur melalui Wagub Viktor Mailangkay yang hadir saat pembukaan, serta Denny Mangala yang menutup acara. Acara berakhir dengan penyerahan hadiah kepada puluhan pemenang dan foto bersama.

Follow www.kabarsulut.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulutnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks