Pencarian

Pasar Kripto Tertekan Awal November 2026, Bitcoin Bertahan di US$75.700 dan Indeks Fear Masih Bayangi Investor

Minggu, 08 November 2026 • 16:01:01 WIB
Pasar Kripto Tertekan Awal November 2026, Bitcoin Bertahan di US$75.700 dan Indeks Fear Masih Bayangi Investor
Pergerakan harga Bitcoin pada awal November 2026 yang bertahan di kisaran US$75.700.

JAKARTA — Tekanan jual di pasar aset digital belum mereda sepanjang pekan pertama November 2026. Bitcoin sempat terkoreksi sekitar 6% pada 5 November dan menyentuh area US$75.300–US$75.600, level terendah dalam periode tersebut. Posisi itu belum pulih meski ada sedikit perbaikan sentimen pada 8 November.

Pelemahan bukan hanya soal harga. Indeks sentimen pasar kripto bergerak dari kategori Extreme Fear ke Fear dalam sehari, menandakan investor masih memilih berhati-hati ketimbang menambah eksposur.

Koreksi Wall Street Jadi Pemicu Utama

Bursa saham Amerika Serikat mengalami pelemahan tajam pada Kamis (5/11/2026). Indeks S&P 500 turun 4,36% ke level 7.353,73, Nasdaq terkoreksi 5,52% ke 24.315, dan Dow Jones melemah 3,44% ke 51.523,06. Penurunan itu tercatat sebagai salah satu koreksi harian terburuk sejak April 2025.

Sektor teknologi dan semikonduktor paling terpukul. Nvidia turun 9,3%, sementara AMD melemah hingga 17,3%. Pasar menilai valuasi perusahaan kecerdasan buatan (AI) terlalu tinggi, ditambah kekhawatiran atas biaya pendanaan pusat data dan potensi perlambatan investasi infrastruktur teknologi.

Efeknya merambat ke aset digital. Ethereum (ETH) ikut tertekan dengan penurunan sekitar 7–8% ke kisaran US$2.240 pada periode yang sama.

Likuidasi US$1,09 Miliar dalam 24 Jam

Data CoinGlass yang dikutip The Block mencatat total likuidasi di pasar kripto mencapai sekitar US$1,09 miliar dalam periode 24 jam pada 5 November 2026. Sekitar 211.000 trader terlibat dalam posisi yang ditutup paksa tersebut.

Sebagian besar berasal dari posisi long, yakni taruhan yang mengharapkan harga naik. Dalam rentang empat jam, sekitar US$818,9 juta dari total US$879,9 juta likuidasi berasal dari posisi long. Likuidasi terjadi ketika margin trader tidak lagi cukup menahan pergerakan harga yang berlawanan arah.

CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai tekanan kali ini tidak bisa dilepaskan dari perkembangan pasar keuangan global. Menurutnya, Bitcoin semakin sensitif terhadap perubahan selera risiko investor.

"Pergerakan Bitcoin saat ini memperlihatkan bahwa pasar kripto tidak sepenuhnya bergerak secara independen dari pasar keuangan global. Ketika saham teknologi mengalami koreksi dan investor mulai mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, tekanan tersebut juga dapat merambat ke aset kripto. Karena itu, penting bagi investor untuk melihat kondisi pasar secara lebih menyeluruh, tidak hanya berfokus pada pergerakan harga Bitcoin," kata Yudho.

Leverage Memperbesar Risiko Kerugian

Yudhono menyoroti penggunaan leverage sebagai faktor yang memperparah dampak volatilitas. Pergerakan harga dalam waktu singkat, kata dia, sudah cukup memicu likuidasi bila batas risiko tidak dikelola.

"Ketika volatilitas meningkat, penggunaan leverage dapat memperbesar risiko kerugian karena pergerakan harga yang relatif singkat saja bisa memicu likuidasi. Investor perlu memahami instrumen yang digunakan, memiliki batas risiko yang jelas, dan tidak mengambil keputusan secara terburu-buru hanya karena mengikuti pergerakan pasar," tambah Yudho.

Arus Dana ETF Bitcoin Masih Berfluktuasi

Indikator lain yang diperhatikan pelaku pasar adalah arus dana di produk investasi institusional. ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat sempat mencatat arus masuk bersih US$74,6 juta pada 4 November 2026, tetapi belum cukup membalik tren negatif awal bulan.

Data dalam Market Outlook FLOQ menunjukkan ETF Bitcoin spot AS masih mencatat arus keluar bersih sekitar US$439,6 juta dalam tiga hari perdagangan pertama November. Pada 5 November, produk serupa dilaporkan mengalami arus keluar sekitar US$448 juta.

Fluktuasi arus dana itu menandakan minat investor institusional terhadap Bitcoin belum stabil di tengah ketidakpastian pasar. Bagi investor ritel, kondisi ini menjadi pengingat bahwa pasar aset digital masih bergerak mengikuti sentimen risiko global, bukan hanya faktor internal kripto.

Follow www.kabarsulut.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulutnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks